Dayintapinasthika's Blog

October 23, 2010

Tugas 4

Filed under: Uncategorized — dayintapinasthika @ 9:42 am

Pertemuan 4

Pengertian Wiraswstawan

Istilah wiraswasta berasal dari dua kata yakni “wira” dan “swasta” . Wira berarti berani sedangak swasta juga berasal dari dua kata yakni “swa” berarti sendiri dan sta artinya berdiri. Jadi swasta bisa di artikan sebagai berdiri di ats kekuatan sendiri. Maka pengertian wiraswastawan ialah keberanian seseorang,keutamaan atau keperkasaan dalam berusaha dengan bersandar pada kekuatan sendiri.

Unsur-unsur Wiraswasta

Wirausaha mencakup beberpa unsur penting yang satu dengan lainnya saling terkait, bersinergi, dan tidak terlepas satu sama lain, yaitu: (1) Unsur daya pikir (kognitif), (2) Unsur keterampilan (psokomotorik), (3) Unsur sikap mental (afektif), dan (4)Unsur kewaspdaan atau intuisi (Soesarsono, 1996).

1. Unsur Daya Pikir

Daya pikir adalah juga sumber dan awal kelahiran kreasi dan temuan baru serta yang terpenting ujung tombak kemajuan suatu umat. Daya pikir, pengetahuan, kepandaian, intelektual, atau kongnitif mencirikan tingkat penalaran, taraf pemikiran yang dimiliki seseorang. Tantangan yang dihadapi dalam meningkatan daya nalar ialah bagaimana agar taraf pemikiran, pengetahuan, dan pemahaman terus dipicu untuk maju dan berjaya.

 

2. Unsur Keterampilan

Mengandalkan berfikir saja belumlah cukup untuk dapat mewujudkan satu karya nyata. Karya hanya terwujud jika ada tindakan. Keterampilan merupakan tindakan raga untuk melakukan suatu kerja. Dari hasil kerja itulah baru dapat diwujudkan suatu karya, baik berupa produk ataupun jasa. Keterampilan dibutuhkan oleh siapa saja, termasuk kalangan pebisnis profesional. Dalam kerangka bisnis, ilmu kehidupan/keterampilan yang dibutuhkan adalah segala hal yang menunjang keberhasilan bisnis. Antara lain, keterampilan dalam mengelola keuangan (manjemen keuangan, keterampilan atau keahlian memasarkan (manajemen pemasaran), dan sebagainya. Serta yang paling penting adalah penguasaan keterampilan operasi/produksi dari lapangan bisnis yang digelutinya. Dengan demikian, penguasaan keterampilan tidak juga menjadi unsur penting wiraswasta, namun lebih dari itu, ia menjadi suatu kewajiban yang harus dikerjakan oleh sebagain dari umat apabila ilmu-ilmu tersebut dinilai sangat dibutuhkan umat, seperti rekayasa industri, penerbangan, pertukangan, dan keterampilan berproduksi lainnya.

 

3. Unsur Sikap Mental Maju

Daya pikir dan keterampilan belumlah dapat menjamiin kesuksesan. Sukses hanya dapat diraih jika terjadi sinergi antara pemikiran, keterampilan, dan sikap mental maju. Sikap mental inilah yang dalam banyak hal justru menjadi penentu keberhasilan seseorang.

4.    Unsur Intuisi

Jika ditelusuri lebih jauh, sebenarnya ada faktor lain di samping pemikiran, keterampilan, dan sikap mental yang juga menentukan keberhasilan seseorang. Faktor itu tidak lain adalah intuisi atau kewaspadaan. Intuisi atau juga dikenal sebagai feeling adalah sesuatu yang abstrak, sulit digambarkan, namun acapkali menjadi kenyataan jika dirasakan serta diyakini benar dan lalu diusahakan.

–          Gabungan  keempat unsur itu (pemikiran, keterampilan, sikap mental maju, dan intuisi) yang bersinergi secara harmonis akan mampu membawa keber­hasilan. Tantangannya kemudian adalah terletak pada bagaimana upaya untuk mengembangkan keempat unsur tadi agar dapat bersinergi secara harmonis.

 

Perusahaan kecil dalam Lingkungan Perusahaan.

Suatu perusahaan kecil dimulai dari suatu kewirausahaan yang masuk dalam lingkungan perusahaan kecil yang kepemilikannya dapat melalui:

1.  Meneruskan usaha orang tua atau keluarga.

2.  Membeli perusahaan yang telah ada.

3.  Memulai usaha baru.

Tips sebelum memilih dan mengambil keputusan untuk bergabung dengan waralaba.

  1. Jangan minder saat berhadapan dengan staf  bisnis waralaba. Biarpun mereka berhak menyeleksi Anda, sesungguhnya mereka juga membutuhkan Anda. Karena itu manfaatkan sesi-sesi wawancara dengan mereka untuk menggali habis kondisi usaha waralaba. Mereka boleh menggali informasi seputar kepribadian dan kondisi keuangan investor. Anda pun seharusnya bisa menggali berbagai informasi mendalam tentang perusahaan penyelenggara waralaba.
  2. Coba kenali latar belakang perusahaan atau sang pengusaha, bonafiditas, pengalaman, potensi pasar, peta persaingan, serta keunggulan dan keunikan produk atau sistem mereka. Tanyakan pula kinerja cabang atau gerai milik terwaralaba lama. Apakah mereka untung atau malah gulung tikar. Kalau tutup sebabnya apa, begitu pula kalau sukses resepnya apa. Tak ada salahnya kalau Anda mencoba menggali informasi langsung dari terwaralaba lama yang lebih dulu beroperasi.
  3. Pilihlah brand waralaba yang sudah dikenal masyarakat. Sebagian brand waralaba luar negeri tak dikenal di sini. Tapi, kalau nama mereka cukup terkenal secara Internasional,  layaklah untuk dipertimbangkan. Jadi jangan segan menyelidiki reputasi mereka lewat internet atau kenalan di luar negeri.
  4. Bisnis waralaba bukanlah deposito atau obligasi pemerintah yang berbunga tetap. Karena itu, jangan pertaruhkan seluruh kekayaan Anda pada bisnis yang ingin Anda masuki. Sehebat apa pun waralaba yang hendak Anda ikuti, resiko bisnis tetap ada. Soalnya, ada banyak faktor ekonomi yang tidak berada dalam kendali perusahaan atau pelaku ekonomi mana pun, sehebat apa pun sistem dan keunggulan mereka.
  5. Pelajari dan cermati draf kontrak sebaik-baiknya. Jangan terburu-buru menganggukkan kepala dan berjabat tangan tanda sepakat.

–  Perusahaan Kecil merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh  orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki,dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang  memenuhi kriteria usaha kecil.

–  Ciri-ciri perusahaan kecil:

1.  Manajemen berdiri sendiri.

2.  Modal disediakan oleh seoramg pemilik atau sekelompok kecil.

3.  Daerah operasinya lokal.

4.  Ukuran dalam keseluruhan relatif.

 

Perusahaan kecil pasti mempunyai kekuatan dan kelebihan sebagai berikut:

 

–  Kelemahan:

a.  Skala Usaha Kecil.

b.  Padat karya.

 

–  Kekuatan

a.  Berbasis sumber daya lokal dan sumber daya alam.

b.  Pelaku banyak.

c.  Menyebar.

 

Dalam mengembangkan perusahaan kecil tenti kita harus tau kiat kiat khusus agar dapat berkembang dengan baik, usaha yang harus dilakukan antaranya:

1.  Membangun strategi pemasaran.

2.  Mendefinisikan visi misi dan tujuan dibentuknya usaha kecil.

3.  Menganalisa faktor eksternal usaha kecil.

4.  Memahami pelanggan.

5.  Menentukan target pasar.

6.  Menganalisa faktor internal usaha kecil.

7.  Menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

8.  Promosi produk dengan menarik .

 

Pemerintah juga turut mendukung perkembangan perusahaan kecil dikarenakan:

1.  Perusahaan kecil banyak menyerap SDM.

2.  Dalam jangka pendek, perusahaan kecil dapat mengatasi pembagian pendapatan yang belum

merata dan mengatasi maslah pengangguran.

3.  Dapat mempertinggi kemampuan produktif SDM..

4.  Dalam jangka panjang dapat meningkatkan perubahan struktur  ekonomi di daerah.

 

Walaupun kita sudah mengetahui cara-cara membangun perusahaan kecil tapi terkadang tetap saja masih terjadi kegagalan yang dapat merugikan pihak pengelola, misal:

1.  Ketidakmampu pimpinan dalam mengelola dan mengarahkan SDM.

2.  Sulit mengembangkan usaha dikarenakan kesuliatn dalam memperoleh modal jangka panjang

dengan syarat yang lunak.

3.  Kurang tepat dalam memilih media promosi

4.  Ketidakmampuan dalam menagih utang.

 

–  Perbedaan Kewirausahaan dan Perusahaan kecil

kewirausahaan merupakan bentuk badan usaha yang didirikan sendiri atas unsur keinginan sendiri. Sedangkan perusahaan kecil merupakan bentuk badan usaha yang mempunyai jumlah tenaga kerja kurang dari 50 orang. Jadi, sangat terlihat jelas perbedaan antara kewirausahaan perusahaan kecil adalah di jumlah tenaga kerja dan pengertian dari kegiatan tersebut.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: