Dayintapinasthika's Blog

March 23, 2011

Sektor Pertanian

Filed under: Uncategorized — dayintapinasthika @ 7:27 pm

Sektor Pertanian

v  Pengertian Pertanian

Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikrobia) untuk kepentingan manusia. Sedangakan dalam arti sempit, pertanian juga diartikan sebagai kegiatan pemanfaatan sebidang lahan untuk membudidayakan jenis tanaman tertentu, terutama yang bersifat semusim.

v  Masalah Pangan

Thomas Robert Malthus mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan urusan pangan. Ia meramalkan pertambahan penduduk berlangsung menurut deret ukur sedangkan persediaan makanan bertambah seperti deret hitung, Dengan teori tersebut kita dapat memperhitungkan bahwa suatu saat manusia di bumi akan mengalami kekurangan pangan. Lihat saja pertumbuhan penduduk saat ini, baik dunia maupun Indonesia menjadi permasalahan paling mendasar dalam pemenuhan pangan. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat permintaan pangan yang tinggi. Jika pertumbuhan penduduk tidak terkontrol, Indonesia akan menghadapi masalah penyediaan pangan dan pemeliharaan gizi masyarakat. Karena semakin tahun pertumbuhan penduduk meningkat maka akan berdampak pula pada permintaan pangan yang juga akan semakin meningkat. Seharusnya  permasalahan pemenuhan kebutuhan pangan ini justru dapat menjadi peluang bagi Indonesia sebagai negara agraris karena sebagian besar mata pencaharian penduduk tergantung sektor pertanian. Tetapi Indonesia yang mempunyai keunggulan komparatif sebagai negara agraris tropis saat ini belum memiliki industri bioteknologi yang mendukung perkembangan agribisnis.

v  Peranan Sektor Pertanian Dalam Pembanganan Ekonomi

Sektor pertanian menjadi sektor penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Seiring dengan berkembangnya perekonomian bangsa, maka kita mulai mencanangkan masa depan Indonesia menuju era industrialisasi, dengan pertimbangan sektor pertanian kita juga semakin kuat. Seiring dengan transisi (transformasi) struktural ini sekarang kita menghadapi berbagai permasalahan. Di sektor pertanian kita mengalami permasalahan dalam meningkatkan jumlah produksi pangan, terutama di wilayah tradisional pertanian di Jawa dan luar Jawa. Hal ini karena semakin terbatasnya lahan yang dapat dipakai untuk bertani. Perkembangan penduduk yang semakin besar membuat kebutuhan lahan untuk tempat tinggal dan berbagai sarana pendukung kehidupan masyarakat juga bertambah. Tidak hanya itu perkembangan industri juga membuat pertanian beririgasi teknis semakin berkurang. Dengan permasalahan aktual yang kita hadapi masa kini, kita akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri. Di kemudian hari kita mungkin saja akan semakin bergantung dengan impor pangan dari luar negeri. Impor memang dapat menjadi alternatif solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan kita, terutama karena semakin murahnya produk pertanian, seperti beras yang diproduksi oleh Vietnam dan Thailand. Namun, kita juga perlu mencermati bagaimana arah ke depan struktur perekonomian Indonesia, dan bagaimana struktur tenaga kerja yang akan terbentuk berdasarkan arah masa depan struktur perekonomian Indonesia.
Data ini juga menunjukkan peran penting dari sektor pertanian sebagai sektor tempat mayoritas tenaga kerja Indonesia memperoleh penghasilan untuk hidup.
Struktur perekonomian Indonesia sekarang adalah refleksi dari arah perekonomian yang dilakukan di masa lalu. Era orde baru dan era reformasi juga telah menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi sektor penting yang membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Sektor pertanian juga menyediakan pangan bagi masyarakat Indonesia. Saat ini kita mempunyai kesempatan untuk mempersiapkan kebijakan yang dapat membentuk struktur perekonomian Indonesia di masa depan. Namun, beberapa permasalahan yang dihadapi sektor pertanian di masa ini perlu segera dibenahi, sehingga kita dapat meneruskan hasil dari kebijakan perekonomian Indonesia yang sudah dibangun puluhan tahun lalu, dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia sampai saat sekarang ini.

v  Peranan Sektor Pertanian

Menurut Kuznets, sektor pertanian mengkontribusikan terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional dalam 4 bentuk:

a. Kontribusi Produkè Penyediaan makanan untuk penduduk penyediaan bahan baku untuk industri manufaktur seperti industri: tekstil, barang dari kulit, makanan & minuman

b. Kontribusi Pasarè Pembentukan pasar domestik untuk barang industri & konsumsi

c. Kontribusi Faktor Produksiè Penurunan peranan pertanian di pembangunan ekonomi, maka terjadi transfer surplus modal & TK dari sektor pertanian ke sektor lain.

d. Kontribusi Devisaè Pertanian sebagai sumber penting bagi surplus neraca perdagangan (NPI) melalui ekpspor produk pertanian dan produk pertanian yang menggantikan produk impor.

Ø  Kontribusi Produk.

Dalam sistem ekonomi terbuka, besar kontribusi produk sektor pertanian bisa lewat pasar dan lewat produksi dengan sektor non pertanian.

§ Dari sisi pasar: Indonesia menunjukkan pasar domestik didominasi oleh produk pertanian dari luar negeri seperti: buah, beras & sayuran hingga daging.

§ Dari sisi keterkaitan produksi: Industri kelapa sawit & rotan mengalami kesulitan bahan baku di dalam negeri karena bahan baku dijual ke luar negeri dengan harga yg lebih mahal.

 

Ø  Kontribusi Pasar

Negara agraris merupakan sumber bagi pertumbuhan pasar domestic untuk produk non pertanian seperti: pengeluaran petani untuk produk industri (pupuk, pestisida) & produk konsumsi (pakaian, mebel). Keberhasilan kontribusi pasar dari sektor pertanian ke sektor non pertanian tergantung:

§ Pengaruh keterbukaan ekonomiè Membuat pasar sektor non pertanian tidak hanya disi dengan produk domestik tetapi  juga impor sebagai pesaing sehingga konsumsi yang tinggi dari petani tidak menjamin pertumbuhan yang tinggi sektor non pertanian.

§ Jenis teknologi sektor pertanianè Semakin modern, maka semakin tinggi demand produk industri non pertanian.

 

Ø  Kontribusi Faktor Produksi

Faktor produksi yang dapat dialihkan dari sektor pertanian ke sektor lain tanpa mengurangi volume produksi pertanianè Tenaga kerja dan Modal

Ø  Kontribusi Devisa

Kontribusinya melalui:

§ Secara langsungè ekspor produk pertanian dan mengurangi impor.

§ Secara tidak langsungè peningkatan ekspor dan pengurangan impor produk

berbasis pertanian seperti tekstil, makanan dan minuman.

Ø  Kontradiksi kontribusi produk & kontribusi deviasè peningkatan ekspor produk pertanian menyebabkan suplai dalam negeri kurang dan disuplai dari produk impor. Peningkatan ekspor produk pertanian berakibat negatif terhadap pasokan pasar dalam negeri. Untuk menghindari trad off ini 2 hal yg harus dilakukan:

§  Peningkatan kapasitas produksi

§  Peningkatan daya saing produk produk pertanian

 

v  Peralatan dan Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Tenaga kerja pertanian sangatlah kurang, tenaga kerja pengolahan tanah menggunakan tenaga manusia, hewan dan traktor pertanian ukuran kecil. Peng­gunaan tenaga hewan untuk pengolahan tanah tampaknya semakin berkurang. Hal ini disebabkan karena keinginan petani untuk mengusahakan pengolahan tanah dengan tenaga hewan dan dengan menggu­nakan cangkul semakin berku­rang pula. Pada umumnya petani le­bih suka menyewa traktor, karena biaya lebih murah dan pekerjaan dapat selesai dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini tentu memberi iklim segar kepada pemilik traktor karena mempunyai daerah pasar yang luas
: yakni di luar desa, diluar kecamatan bahkan diluar kabupaten. Ini dapat dilihat pada saat musim pengolahan tanah, maka mobilitas alat pengolahan tanah ini antar wilayah sangat meningkat. Fenomena berkurangnya tenaga kerja pertanian terutama tenaga manusia antara lain disebabkan oleh karena jumlah orang yang bekerja di lapangan pertanian kalau dilihat secara prosentase ternyata semakin kecil. Dilihat dari data terse­but berarti penurunan jumlah penduduk yang bekerja di bidang pertanian semakin lama semakin kecil dan bahkan mungkin sangat kecil sekali. Kondisi ini sangat berpengaruh kepada tenaga kerja pertanian terutama tenaga manusia di bidang pertanian. Kenyataannya kapasitas atau kemampuan olah dari tenaga manusia dan hewan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kapasitas olah dengan memakai traktor tangan. Penggunaan alat dan me­sin per­tanian dikembangkan agar produktivitas tenaga me­ningkat, pekerjaan lebih mu­dah dan efisien, kapasitas kerja lebih tinggi, pendapatan ber­tambah dan diharapkan dapat me­nekan biaya produksi serendah mungkin.

v  Sejarah Pertanian

Sejarah pertanian adalah bagian dari sejarah kebudayaan manusia. Pertanian muncul ketika suatu masyarakat mampu untuk menjaga ketersediaan pangan bagi dirinya sendiri. Pertanian memaksa suatu kelompok orang untuk menetap dan dengan demikian mendorong kemunculan peradaban. Terjadi perubahan dalam sistem kepercayaan, pengembangan alat-alat pendukung kehidupan, dan juga kesenian akibat diadopsinya teknologi pertanian. Kebudayaan masyarakat yang tergantung pada aspek pertanian diistilahkan sebagai kebudayaan agraris. Sebagai bagian dari kebudayaan manusia, pertanian telah membawa revolusi yang besar dalam kehidupan manusia sebelum revolusi industri. Bahkan dapat dikatakan, revolusi pertanian adalah revolusi kebudayaan pertama yang dialami manusia. Setiap bagian dunia memiliki perkembangan penguasaan teknologi pertanian yang berbeda-beda. Di beberapa bagian Afrika atau Amerika masih dijumpai masyarakat yang semi-nomaden (setengah pengembara), yang telah mampu melakukan kegiatan peternakan atau bercocok tanam, namun tetap berpindah-pindah demi menjaga pasokan pangan. Sementara itu, di Amerika Utara dan Eropa traktor-traktor besar yang ditangani oleh satu orang telah mampu mendukung penyediaan pangan ratusan orang.

v  Sektor Pertanian di Indonesia

§  Selama periode 1995-1997è PDB sektor pertanian (peternakan, kehutanan & perikanan) menurun & sektor lain spt menufaktur meningkat.

§  Sebelum krisis moneter, laju pertumbuhan output sektor pertanian < ouput sektor non pertanian.

§  1999 semua sektor turun kecuali listrik, air dan gas.

v  Rendahnya pertumbuhan output pertanian disebabkan:

§ Iklimè kemarau jangka panjang berakibat volume dan daya saing turun.

§ Lahanè lahan garapan petani semakin kecil.

§ Kualitas SDMè rendah.

§ Penggunaan Teknologiè rendah.

v  Investasi di Sektor Pertanian

Investasi di sektor pertanian tergantung :

§  Laju pertumbuhan output

§  Tingkat daya saing global komoditi pertanian

Investasi:

§  Langsungè Membeli mesin.

§  Tdk Langsungè Penelitian & Pengembangan.

v  Permasalahan Sektor Pertanian

Pada saat ini, Indonesia menghadapi kemungkinan krisis pangan yang cukup berat. Krisis ini disebabkan oleh memburuknya krisis agraria. Indonesia harus memperluas areal lahan pertanian agar mampu mengimbangi naiknya grafik konsumsi pangan masyarakat. Masalahnya, pada saat ini ternyata sektor pertanian sudah tidak lagi menjanjikan. Dari data BPS, dalam waktu 10 tahun terakhir telah terjadi alihfungsi lahan sawah seluas 80.000 ha per tahun. Dalam jangka pendek, alih fungsi memang belum terasakan dampaknya terhadap ketahanan pangan. Namun, bila terus terjadi tanpa ada langkah-langkah komprehensif menghentikannya akan mengganggu ketahanan pangan nasional. Permasalahan di sektor ini sebenarnya bukan hanya ancaman yang muncul dari derasnya proses alih fungsi lahan. Di samping itu, menurunnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian juga menjadi ancaman yang nyata pada produktifitas pertanian. Inti dari pembicaraan di atas dalam waktu yang tidak lama lagi, niscaya Indonesia akan mengalami krisis pangan yang merupakan bentuk terburuk krisis agraria. Krisis ini tentunya tidak hanya berimbas pada kehidupan kaum tani sebagai kalangan yang paling menggantungkan hidupnya pada sokongan sumber-sumber agraria. Krisis ini akan menimpa seluruh rakyat Indonesia.

v  Langkah yang dilakukan sektor pertanian:

Sebelum menempuh langkah-langkah yang lebih lanjut setidaknya ada empat aspek yang harus dipenuhi terlebih dahulu untuk melaksanakan pembangnuan pertanian:  (1) akses terhadap kepemilikan tanah. (2) akses input dan proses produksi. (3) akses terhadap pasar. dan (4) akses terhadap kebebasan.
Dari keempat prasyarat itu yang belum dilaksanakan secara konsisten adalah membuka akses petani dalam kepemilikan tanah dan membuka ruang kebebasan untuk berorganisasi dan menentukan pilihan sendiri dalam berproduksi. Pemerintah hingga kini selalu menghindari kedua hal itu karena dianggap mempunyai risiko politik tinggi. Kebijakan pemerintah lebih banyak difokuskan pada produksi dan pasar. Reformasi agraria hingga kini adalah jalan terbaik bagi negara-negara agraris seperti Indonesia untuk melakukan transformasi sosial-ekonomi dan membangun fondasi ekonomi nasional yang kokoh. Ke empat syarat itu merupakan hal yang paling penting untuk membangun pertanian yang kuat.

Ø  Kesimpulan:
Sektor pertanian memang merupakan sektor utama perekenomian dari sebagian besar negara – negara berkembang seperti Indonesia.Perkembangan pertanian dari dulu hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan yang melonjak tinggi. Sektor pertanian memberikan kontribusi yang besar bagi Indonesia, jika kita lebih meningkatkan dan menempuh langkah-langkah yang benar untuk membangun pertanian di Indonesia maka permasalahan sektor pertanian akan berkurang dan akan berdampak baik bagi masyarakat karena akan mengurangi permasalahan pangan dan kemiskinan.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Perikanan

http://metrotvnews.com/metromain/analisdetail/2010/06/09/23/Sektor-Pertanian-dan-Struktur-Perekonomian-Indonesia

http://nasional.kompas.com/read/2008/11/01/1257461/Pertumbuhan.Penduduk.Ancam.Masalah.Pangan

http://www.dewantani.org/beranda/2010/10/krisis-agraria-adalah-masalah-bangsa/

http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=3970&coid=1&caid=56&gid=5

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: