Dayintapinasthika's Blog

June 3, 2012

Tulisan mengenai perbankan

Filed under: Uncategorized — dayintapinasthika @ 3:20 pm

Mengenai Perbankan

Bank merupakan lembaga kepercayaan yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi, membantu kelancaran sistem pembayaran, dan yang tidak kalah pentingnya adalah lembaga yang menjadi sarana dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah yaitu kebijakan moneter. Karena fungsi-fungsinya tersebut, maka keberadaan bank yang sehat, baik secara individu maupun secara keseluruhan sebagai suatu sistem, merupakan prasyarat bagi suatu perekonomian yang sehat. Untuk menciptakan perbankan yang sehat antara lain diperlukan pengaturan dan pengawasan bank yang efektif. Kebijakan perbankan dirumuskan dan dilaksanakan oleh BI pada dasarnya merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan, menjaga, dan memelihara sistem perbankan yang sehat. Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan.

 

BI Dorong Perbankan Syariah Dukung Bisnis Waralaba

Bank Indonesia (BI) dorong perbankan syariah agar lebih meningkatkan pembiayaan usaha kepada para pelaku bisnis waralaba di Indonesia. Untuk itu, perbankan syariah perlu lebih memperkenalkan produk-produk perbankan syariah bagi segmen bisnis waralaba.

Direktur Eksekutif Departemen Perbankan Syariah BI Edy Setiadi mengatakan “Data dari seluruh bank syariah belum kelihatan yang khusus ke pembiayaan waralaba berapa besar. Tapi ada salah satu bank syariah yang telah melakukan pembiayaan kepada 200 pebisnis waralaba dengan nilai mencapai Rp 20 miliar”.

Ia menjelaskan Perbankan Syariah (IB) dalam IFRA EXPO tahun ini hadir dengan tema “iB Mitra Franchise: Apapun usahanya- iB Solusinya”. Hal tersebut mengundang harapan dan keinginan perbankan syariah untuk menjadi mitra bagi usaha produktif mikro kecil khususnya usaha waralaba.

Di ajang ini IB menyediakan layanan Sistem Informasi Debitur (SID) atau BI Checking sebagai sarana sosialisasi bagi masyarakat mengenai proses sistem informasi debitur yang dikelola oleh BI dan manfaatnya bagi masyarakat, khususnya perbankan dalam memperoleh rekam jejak calon debitur yang akan dibiayai.

Sejumlah bank maupun unit usaha syariah yang ikut berpartisipasi dalam expo ini adalah Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, BRI Syariah, BNI Syariah, BTN Syariah, Bank Syariah Bukopin dan Unit Usaha Syariah Maybank.

Sampai dengan April 2012 tercatat pembiayaan perbankan syariah secara nasional menggunakan akad bagi hasil kegiatan riil produktif mencapai Rp 30,7 triliun. Jumlah ini terbagi menjadi akad mudharabah sebesar Rp10, 3 Triliun dan Musyarakah sebesar Rp 20,4 Triliun.

 

Perbankan Diminta Sokong Usaha Transmigran

Pemerintah meminta pihak perbankan untuk memberikan bantuan dan dukungan pendanaan di sektor kewirausahaan bagi para transmigran untuk pengembangan sektor usaha. Sokongan pendanaan ini dapat mendorong perkembangan investasi di wilayah tersebut. “Dukungan perbankan sangat dibutuhkan untuk menciptakan wirausaha baru dan mengembangkan kewirausahaan di wilayah transmigrasi. Untuk itu, pemerintah saat ini juga tengah mengupayakan konsep wirausaha terintegrasi di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM),” terang Direktur Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat Kawasan Transmigrasi (Dirjen P2MKT) Kemenakertrans, Roosari Tyas Wardani.
Dikatakan, keberadaan sektor perbankan juga diharapkan membantu wirausaha di wilayah transmigrasi yang dapat memberikan nilai tambah dan kemudian  berdampak mengalirnya arus investasi ke daerah dan menggerakkan ekonomi wilayah.  “Dengan makin banyaknya jumlah wirausahawan, maka potensi ekonomi kreatif lebih banyak di pedesaan, lalu pembangunan infrastruktur pendesan pun meningkat  Bahkan sangat dimungkinkan untuk menciptakan lapangan kerja baru di wilayah tersebut dengan adanya dukungan permodalan wirausaha,” kata Roosari.
Roosari  menjelaskan, saat ini sudah terdapat  44 kawasan transmigrasi yang sudah berkembang menjadi Kota Terpadu Mandiri (KTM).  Pada  44 kawasan tersebut, pemerintah telah meningkatkan pengembangan tiga sektor, yaitu sektor perkebunan, pertanian dan peternakan, sektor jasa dan wirausaha, serta pembangunan infrastruktur dan transportasi.
Melalui program transmigrasi dalam kurun waktu 60 tahun, lanjut Roosari, sekitar 2,2 juta Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 8,8 juta orang miskin dan pengangguran telah mendapatkan peluang usaha, dan berhasil meningkatkan kesejahteraannya.  “Bahkan saat ini juga sudah berhasil dibangun dan dikembangkan 3.325 desa baru diantaranya ada 89 desa telah berkembang menjadi ibukota kabupaten dan 235 desa lainnya berkembang menjadi ibukota kecamatan”.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: