Dayintapinasthika's Blog

October 11, 2012

Contoh Tulisan Ilmiah Populer

Filed under: Uncategorized — dayintapinasthika @ 3:39 pm

Contoh Tulisan Ilmiah Populer

 

Menggugat Pendidikan Karakter

Suatu bangsa akan menjadi besar jika generasinya memiliki karakter yang baik dan pembentukan karakter hanya akan terjadi melalui proses pendidikan. Pendidikan karakter di institusi-institusi pendidikan belakang ini mendapat banyak sorotan dari kalangan pengguna jasa dan pemerhati pendidikan baik di mediamassa, seminar, dan berbagai kesempatan. Hal ini sehubungan dengan maraknya penyimpangan prilaku yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan,perkelahian massa, , etika yang menipis kurangnya tenggang rasa dan tanggung jawab menjadi konsumsi sehari-hari di media masa, yang menghawatirkan kondisi ini muncul di lingkungan pelajar dan mahasiswa seolah-olah mereka tidak pernah mendapatkan pendidikan karakter sewaktu duduk di bangku sekolah. Sehingga persoalan karakter menjadi masalah moral yang serius di bumi Indonesia ini.

Tujuan utama Pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman,bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Bahkan secara implisit termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025, di mana pendidikan karakter ditempatkan sebagai landasan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional. Munculnya gugatan-gugatan terhadap institusi pendidikan mengenai bagaimana peranan selama ini dan hal-hal apa saja yang diajarkan di bangku-bangku sekolah tentang penanaman nilai-nilai karakter terhadap anak didik, perlu mendapatkan perhatian yang serius, sebab bagaimanapun institusi-intitusi pendidikan masih dipercaya sebagai lembaga-lembaga pewaris nilai-nilai karakter seperti yang terumuskan dalam Tujuan Pendidikan Nasional. Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif yang diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa. Walau institusi pendidikan ini bukan satu-satu faktor penyebab munculnya penyimpangan prilaku yang terjadi saat ini.

 

Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warganegara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif . Pendidikan karakter dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai atau kebajikan yang menjadi nilai dasar budaya dan karakter bangsa. Pendidikan nilai ini mencakup keseluruhan aspek sebagai pengajaran atau bimbingan kepada peserta didik agar menyadari nilai-nilai kebenaran , kebaikan dan keindahan melalui proses pertimbangan nilai yang tepat dan pembiasaan bertindak yang konsisten. Nilai-nilai karakter tersebut berasal dari pandangan hidup atau ideologi bangsaIndonesia, agama, budaya, dan nilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional. Dengan nilai-nilai tersebut diharapkan mampu mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.

Pada saat ini implemetasi pendidikan karakter di institusi-intitusi pendidikan dilakukan dengan 3 cara, yaitu kesatu program integrasi, yang beranjak dari pandangan komplementer proses belajar yang dianggap sebagai satu kesatuan yang utuh saling melengkapi. Untuk memperlancar hal tersebut itu pemerintah mewajibkan kepada intitusi-intitusi pendidikan dalam proses pembelajaran supaya mengembangkan pendekatan-pendekatan yang mengacu kepada pengembangan diri siswa. Pendekatan-pendekatan dalam pembelajaran yang disarankan diantaranya ; pembelajaran Kontekstual ( cotextual teaching and learning ), Cara Belajar Siswa Aktif ( CBSA), Belajar Quantum, Penilaian berbasis Kelas (PBK) yang tercakup dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ). Pergeseran subtansi Pendidikan

Upaya-upaya pemerintah untuk mengembangkan pendidikan karakter ternyata tidak semulus apa yang diharapkan, banyak kendala yang dihadapi dilapangan . Diantaranya kendala pendidikan karakter terabaikan adalah terjadinya pergeseran subtansi pendidikan ke pengajaran. Makna pendidikan yang sarat dengan muatan nilai-nilai moral bergeser kepada pemaknaan pengajaran yang berkonotasi sebagai transfer pengetahuan. Perubahan subtansi pendidikan ke pengajaran berdampak langsung terhadap pembentukan kepribadian peserta didik. Terjadinya pergeseran subtansi pendidikan ini terutama disibebakan oleh masih kukuhnya pengaruh paham assosiasi dan behaviorisme dalam pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran kita. Paham ini mengacu pada pertimbangan atribut-atribut luar seperti perubahan tingkah laku peserta didik.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: