Dayintapinasthika's Blog

May 4, 2014

Tugas 2 Kelompok Afrika Selatan

Filed under: Uncategorized — dayintapinasthika @ 11:15 am

AKUNTANSI INTERNASIONAL

Image

Kelompok 7 (Afrika Selatan) :

Dayinta Pinasthika                           21210710

           Karina Ellora. D                              23210837          

Mutiara Dwiana Putri             24210885

Oktaria Rachmawati               29210202

Windy Anggryani                    28210537

 

4EB04

UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS EKONOMI

DEPOK

2014

 

BAB 5

TRANSLASI MATA UANG ASING

 

ALASAN-ALASAN UNTUK MELAKUKAN TRANSLASI

            Perusahaan dengan operasi luar negeri yang signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi yang memungkinkan para pembaca laporan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi perusahaan, baik domestik maupun luar negeri. Untuk mecapai hal ini, laporan keuangan anak perusahaan luar negeri yang berdominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang pelaporan induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut sebagai TRANSLASI.

            Kurs nilai tukar variabel yang digabungkan dengan berbagai macam metode translasi yang dapat digunakan dan perbedaan perlakuan atas keuntungan dan kerugian translasi, membuat perbandingan hasil keuangan satu perusahaan dengan perusahaan lain atau perbandingan hasil suatu perusahaan yang sama dari satu periode ke periode lain sulit dilakukan.

            Alasan tambahan untuk translasi mata uang asing adalah untuk mencatat transaksi mata uang asing, mengukur resiko suatu perusahaan terhadap pengaruh perubahan mata uang dan berkomunikasi dengan para pihak berkepentingan dari luar negeri. Seperti halnya dengan konsolidas transaksi dalam mata uang asing, seperti pembelian barang dagang dari China oleh sebuah importer dari Kanada, harus ditranslasikan karena laporan keuangan tidak dapat disusun dari akun-akun yang dinyatakan lebihg dari satu mata uang.

            Untuk keperluan akuntansi, suatu aktiva dan kewajiban mata uang asing dikatakan menghadapi risiko mata uang jika suatu perubahan kurs nilai tukar mata uang menyebabkan mata uang induk perusahaan (pelaporan) juga berubah. Pengukuran risiko ini akan berbeda-beda tergantung dari metode translasi yang dipilih untuk digunakan oleh perusahaan.

 

LATAR BELAKANG DAN TERMINOLOGI

            Translasi tidak sama dengan konversi, yaitu pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter, seperti halnya sebuah neraca yang dinyatakan dalam pound Inggris disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi.

            Transaksi mata uang asing terjadi pada pasar spot, forward atau swap. Mata uang yang dibeli atau dijual pada spot umumnya harus dikirimkan secepatnya yaitu dalam waktu 2 hari kerja. Kurs pasar spot dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk perbedaan tingkat inflasi antar negara, perbedaan suku bunga nasional dan ekspektasi terhadap nilai tukar di masa yang akan datang.

            Transaksi pada pasar forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan. Kuotasi pada pasar forward dinyatakan dengan diskonto atau premium dari kurs spot.

            Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan spot atau pembelian forward, atas suatu mata uang secara bersamaan. Investor sering memanfaatkan transaksi swap untuk mengambil keuntungan dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi di suatu Negara asing, sembari dalam kesempatan yang sama melindungi diri terhadap pergerakan yang tidak menguntungkan dari kurs nilai valuta asing.

            Translasi saldo-saldo dalam mata uang asing dilakukan sederhana saja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Nilai ekuivalen mata uang domestik diperoleh dengan mengalikan saldo dalam mata uang asing dengan kuotasi kurs langsung atau dengan membagi saldo mata uang asing dengan kuotasi tidak langsung.

 

PERMASALAHAN

            Jika kurs nilai tukar relatif stabil, translasi mata uang tidak akan lebih sukar dari proses translasi satuan rinci atau kaki menjadi ekuivalennya dalam unit metrik. Namun demikian, kurs nilai tukar jarang sekali stabil. Mata uang negara –negara industri maju menemukan nilainya secara bebas dalam pasar mata uang.     Nilai tukar yang berfluktuasi sering khusus terjadi di Eropa Timur, Amerika Latin, dan beberapa negara di Asia. Fluktuasi mata uang meningkatkan jumlah nilai tukar translasi yang dapat digunakan dalam proses translasi dan menimbulkan keuntungan dan kerugian mata uang asing.

 

PENGARUH ALTERNATIF KURS TRANSLASI TERHADAP LAPORAN KEUANGAN

            Ketiga nilai tukar berikut ini digunakan ketika melakukan translasi saldo dalam mata uang asing menjadi maa uang domestik. Pertama, kurs ini adalah kurs nilai tukar pada saat tanggal laporan keuangan. Kedua, kurs historis adalah kurs nilai tukar pada saat suatu aktiva dalam mata uang asing pertama kali diperoleh atau ketika suatu kewajiban dalam mata uang asing pertama kali terjadi. Terakhir, kurs rata-rata yaitu rata-rata sederhana atau tertimbang dari kurs nilai tukar kini atau kurs nilai tukar historis.

            Pengaruh penggunaan kurs nilai tukar historis dibandingkan dengan kurs nilai tukar kini terhadap laporan keuangan ketika digunakan sebagai koefisien translasi mata uang asing. Kurs nilai tukar historis umumnya mempertahankan biaya awal ekuivalen dengan suatu pos dalam mata uang asing dalam laporan berdenominasi mata uang dome

 

TRANSAKSI MATA UANG ASING

            Ciri utama yang istimewa dari sebuah transaksi mata uang asing adalah penyelesaiannya dipengaruhi dalam suatu mata uang asing. Jadi, transaksi dalam mata uang asing terjadi pada saat suatu perusahaan membeli atau menjual barang dengan pembayaran yang dilakukan dalam suatu mata uang asing atau ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan dalam mata uang asing. Suatu transaksi mata uang asing dapat berdenominasi dalam suatu mata uang, tetapi diukur dalam mata uang yang lain.

Transaksi ada dua yaitu :

1. Prespektif Transaksi Tunggal.

2. Prespektif Dua Transaksi.

            FAS No. 52 pernyataan standar akuntansi untuk mata uang asing yang wajib diterapkan di AS mengharuskan perlakuan berikut ini untuk transaksi mata uang asing :

  1. Pada tanggal suatu transaksi diakui, setiap aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian yang terjadi dari suatu transaksi harus diukur dan dicatat dalam mata uang fungsional perusahaan yang melakukan pencatatan dengan menggunakan kurs nilai tukar yang berlaku pada tanggal tersebut.
  2. Pada setiap tanggal neraca, saldo-saldo tercatat yang berdenominasi dalam suatu mata uang selain mata uang fungsional perusahaan yang melakukan pencatatan harus disesuaikan untuk mencerminkan kurs nilai tukar terkini.

 

 

 

PERSPEKTIF TRANSAKSI TUNGGAL

            Berdasarkan perspektif transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar diberlakukan sebagai penyesuaian terhadap akun-akun transaksi yang awal berdasarkan premis bahwa suatu transaksi dan penyelesaiannya merupakan suatu peristiwa tunggal.

PERSPEKTIF DUA TRANSAKSI

            Berdasarkan perspektif dua transaksi, penagihan piutang dalam krona dianggap sebagai peristiwa terpisah dari penjualan yang menyebabkan timbulnya piutang tersebut. Penggunaan metode dua transaksi untuk mencatat transaksi dalam mata uang asing. Keuntungan dan kerugian dari transaksi yang sudah selesai dan belum diselesaikan dimasukkan dalam penentuan laba. Pengecualian utama terhadap ketentuan yang terjadi : (1) Penyesuaian nilai tukar berkaitan dengan transaksi antar perusahaan jangka panjang tertentu dan (2) transaksi tersebut dimaksudkan dan berfungsi efektif sebagai lindung nilai atas investasi dan komitmen mata uang asing.

 

TRANSLASI MATA UANG ASING

            Perusahaan yang beroperasi secara internasional menggunakan berbagai metode untuk menyatakan aktiva, kewajiban, pendapatan, dan beban yang dinyatakan dalam mata uang asing menjadi mata uang domestik. Metode translasi ini dapat dikualifikasikan menjadi dua jenis : metode yang menggunakan kurs translasi tunggal untuk menyajikan ulang saldo dalam mata uang asing ke dalam nilai ekuivalen dalam mata uang domestik dan metode yang menggunakan berbagai macam kurs.

 

 

BAB 6

TEKANAN TERHADAP PENGUNGKAPAN DAN HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

            Tekanan internasional terhadap perkembangan akuntansi dalam rangka perbandingan akuntansi dan informasi akuntansi muncul di berbagai kelompok kepentingan dan organisasi. Harmonisasi merupakan pendekatan yang lebih fleksibel dibanding standarisasi. Bebagai kelompok kepentingan yang berpengaruh terhadap pengungkapan dan harmonisasi akuntansi adalah : pemerintah, serikat dagang dan buruh, investor, bankir dan kreditor, publik, akuntan dan auditor.

 

  1. PEMERINTAH

            Peran pemerintah dalam penetapan isi dan sifat laporan keuangan telah menjadi kajian. Informasi yang diminta dari perusahaan oleh pemerintah bervariasi, yang dipengaruhi misalnya : perencanaan dan peraturan pemerintah. Kekuasaan negara di satu sisi dan perusahaan di sisi lain merupakan kontroversi tersendiri. Tetapi terdapat bukti bahwa pemerintah biasanya mempunyai otoritas untuk meminta dan menerima informasi apa pun yang dibutuhkan dari perusahaan.

            Secara faktual, pemerintah bukan pemakai penting dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan. Tetapi pemerintah dalam situasi tertentu bertindak sebagai pengatur untuk tujuan–tujuan tertentu. Sebagai contoh, partisipasi dan dukungan terhadap United Nations Commission Transnational Corporations, memberikan gambaran tekanan pemerintah terhadap pengungkapan informasi.

            Beberapa kendala yang dihadapi pemerintah yang berperan dalam pengaturan pengungkapan informasi yaitu : pertama, informasi yang relevan terhadap operasi suatu perusahaan mungkin tidak tersedia dari perusahaan tersebut tetapi dari luar perusahaan, misalnya dari perusahaan induk atau yang lain dalam kelompok perusahaan. Kedua, peran penting perusahaan multinasional dalam perdagangan dunia dan pembangunan menyebabkan pemerintah secara langsung atau melalui organisasi intergovernmental melakukan evaluasi dan monitor terhadap strategi, kinerja dan perilaku perusahaan multinasional secara keseluruhan. Sumber utama informasi tersebut adalah laporan keuangan perusahaan. Ketiga, peran pemerintah dijalankan oleh fungsi-fungsi dari berbagai departemen. Laporan yang ditujukan untuk kepentingan satu departemen, misalnya dirjen pajak, biasanya tidak tersedia untuk departemen lain. Terakhir, pemerintah memang mempunyai kekuasaan untuk meminta informasi apa pun yang dibutuhkan, tetapi kekuatan tersebut bukannya tidak terbatas. Beberapa negara seperti di negara yang sedang berkembang, kadang-kadang tergantung pada perusahaan multinasional, permintaan untuk suatu jenis laporan tertentu dapat menimbulkan respon negatif. Meningkatnya ketersediaan informasi laporan keuangan berarti bahwa pemerintah mempunyai akses langsung terhadap perusahaan multinasional tanpa harus terjadi proses tawar-menawar.

 

  1. SERIKAT DAGANG DAN PEKERJA

            Organisasi serikat dagang yang berpartisipasi pada tingkat intergovernmental International Trade Union Confederations (ITUCs), contohnya adalah European Trade Union Confederation (ETUC), International Confederation on Free Trade Unions (ICFTU), dan World Confederation of Labour (WCL). Selain itu juga terdapat secretariat internasional yang berkonsentrasi pada industry-industri yang spesifik dan berhubungan dengan kategori industri yang relevan. Dalam konteks nasional, serikat dagang berusaha untuk mempengaruhi perilaku perusahaan multinasional maupun mempengaruhi dalam kebijakan pemerintah. Hubungan antara serikat dagang dan perusahaan multinasional menjadi lebih kompleks dan bervariasi. Informasi yang dibutuhkan oleh serikat dagang tergantung point-point spesifik berdasar bentuk perusahaan dan tujuan informasi tersebut dibuat.

 

  1. INVESTOR

            Investor termasuk analis keuangan, adalah mereka ynag mempunyai akses dan menggunakan laporan perusahaan dan informasi lain yang dipublikasikan sebagai dasar keputusan investasi. Utamanya adalah investor yang menginvestasikan di perusahaan induk meskipun sejumlah sedikit investor di anak perusahaan.

            Kepentingan investor untuk memperoleh informasi dari perusahaan diwakili oleh organisasi analis keuangan internasional dan suatu badan seperti International Organisation of Securities Commissions (IOSCO). Di samping tambahan pengungkapan informasi dan informasi mengenai prospek masa depan, investor dan analis keuangan juga member perhatian terhadap kekurangan dalam perbandingan laporan keuangan. Tujuan dari perbandingan laporan keuangan adalah untuk mengevaluasi alternatif-alternatif yang relevan mengenai pilihan antara konteks perusahaan dan nasional.

            Jenis informasi yang relevan bagi investor dan analis keuangan adalah yang berhubungan dengan performance dan prospek masa depan operasi MNE secara menyeluruh, khususnya berdasar segmentasi geografis dan line of business.

 

  1. BANKIR DAN KREDITOR

            Sama dengan investor, informasi yang dibutuhkan oleh bankir dan kreditor adalah difokuskan pada informasi perusahaan yang berkaitan dengan posisi keuangan, performance, dan prospek masa depan. Di Negara-negara di mana bankir dan kreditor lain merupakan sumber keuangan yang lebih penting dibandingkan dengan pemegang saham, seperti Jerman, Perancis, dan Jepang, maka akan mempunyai pengaruh konservatif dalam pengukuran performance dan kekayaan perusahaan yang diungkapkan.

            Dalam konteks harmonisasi akuntansi internasional, organisasi perbankan internasional terlibat dalam mendukung supaya informasi dari kliennya : pemerintah, institusi keuangan, dan perusahaan lebih komparabel. Di antara yang terpenting adalah bank pembangunan internasional, misalnya the Asian Development Bank, the European Development Bank, the European Bank for Reconstruction and Development, the International Bank for Reconstruction and Development, dan the World Bank.

            Bank Internasional sering mensyaratkan laporan keuangan special dan begitu juga International Finance Corporation sehingga mereka menerbitkan booklet intruksi detail tentang standar akuntansi dan pelaporan. Hal ini akan berdampak pada praktek di banyak Negara berkembang.

 

  1. PUBLIK

            Kelompok pemakai informasi ini dan partisipan dalam proses pengungkapan informasi mencakup semua kelompok selain akuntan dan auditor (penyiap, pemakai, dan pemverifikasi informasi) dan manajer termasuk direktur (yang bertanggung jawab terhadap pengungkapan informasi). Kelompok ini misalnya adalah consumer dan pemegang saham. Tampaknya sangat bermanfaat mengidentifikasi ini dalam kaitannya dengan performance “sosial” MNEs. Mereka yang mempertimbangkan aspek ini mencakup pemerintah, serikat dagang, investor, bankir, kreditor, konsumer, pembayar pajak dan pihak lain yang dipengaruhi oleh performance social MNEs, sebagai ganti atau tambahan dari performance “finansial”.

            Performance “sosial” mencakup isu hak hidup dan kualitas hidup berbeda dari performance “finansial” karena aktivitas MNE mungkin saja menimbulkan cost dan benefit yang bukan refleksi transaksi itu sendiri. Hal ini dikenal dengan “externalities”, dan hal ini bias positif atau negative. Misalnya MNE menerbitkan benefit yang merupakan jalan dan komunikasi, tetapi memberikan cost yang berupa polusi lingkungan.

 

  1. AKUNTAN DAN AUDITOR

            Sebagai penyiap dan pemakai informasi MNE, sangatlah nyata bahwa peran akuntan sangatlah penting. Mereka sangat berpengaruh dan bertanggung jawab terhadap informasi tersebut. Hal ini dikuatkan dengan peran akuntan sebagai auditor yang berfungsi sebagai pemverifikasi laporan yang dikeluarkan oleh MNE bagi pihak luar.

            Bersamaan dengan tumbuhnya secara pesat perusahaan akuntan publik internasional sebagai respon atas MNEs aktif dalam harmonisasi akuntansi dan pelaporan, maka pengembangan organisasi profesi secara internasional menjadi penting. Ada dua organisasi profesi internasional utama, yaitu the International Accounting Standards Committee (IASC) dan the International Federation of Accountans (IFAC).

 

 BAB 7

AUDIT EKSTERNAL

OPERASI LUAR NEGERI

            Akuntan bertanggung jawab menyediakan data ekonomi yang menunjukkan efisiensi dan produktivitas usaha dan bermanfaat untuk pembuatan kebijakan makro. Kualitas profesi audit merupakan fungsi dari beberapa audit dan akuntansi, kualitas sistem pendidikan dan proses sertifikasi.

  1. Identitas

            Identitas merupakan syarat mengenai jati diri calon, menunjukkan bahwa calon adalah warga negara mendapat sertifikat, calon tak bangkrut, di bawah pengawasan pengadilan, atau calon merupakan anggota organisasi khusus.

  1. Persyaratan Pendidikan, Pengalaman, dan Pengujian

            Sertifikasi mensyaratkan calon menempuh jenjang pendidikan tertentu sebelum memperoleh sertifikat. Pengalaman kerja melibatkan beberapa banyak pengalaman kerja dibutuhkan sedang pengujian menentuka calon lulus atau tidak.

  1. Ukuran Profesi

            Mutu hasil kerja profesi tidak biasa dinilai masyarakat awam dan akuntan adalah profesional yang mengetahui kualitas kerja mereka. Oleh karena itu, para profesional harus mengatur dirinya sendiri yang dalam hal ini dilaksanakan organisasi profesi. Jumlah akuntan tergantung barrier to entry untuk masuk profesi.

  1. Reciprocity

            Reciprocity berarti akuntan dapat memiliki izin di suatu negara untuk melakukan praktek di negara lain. Beberapa negara tidak mengizinkan audit perusahaan di dalam negerinya dilakukan auditor yang tidak memiliki izin profesi negara tersebut.

  1. Harmonisasi di Masyarakat Eropa

            Masyarakat eropa merilis rangkaian petunjuk lalu diadopsi badan menteri Masyarakat Eropa pada 1984, yang mengulas :

 

1)      Kualifikasi statuory auditor

Untuk memperoleh sertifikasi calon harus memenuhi syarat pendidikan, pangalaman dan pengujian. Khusus pengalaman minimal telah tiga tahun praktek pelatihan.

2)      Reciprocity

Kondisi yang harus dipenuhi auditor untuk praktek di negara lain : memenuhi persyaratan, harus menunjukkan bahwa ia mengerti undang-undang dan persyaratan mengaudit sesuai negara asal.

3)      Independensi

The Eight Directive memutuskan memberikan izin masing-masing negara untuk menentukan kondisi yang diinginkan untuk independensi. KAP internasional harus menyesuaikan operasi di tiap negara untuk mengikuti budaya dan kondisi perekonomian negara yang bersangkutan.

 

  1. KANTOR AKUNTAN GLOBAL

            Perbedaan latar belakang akuntan publik menyebabkan perlu standar akuntansi berterima umum yang berlaku di seluruh dunia. KAP besar yang berekspansi ke luar negeri harus menyesuaikan pelayanan audit dari pengiriman auditor ke luar negeri sampai penyusunan laporan dengan audit lokal. Tren persaingan KAP adalah merger dengan alasan peningkatan bisnis global. KAP umumnya membagi layanan dalam tiga area : akuntansi dan audit, pajak dan konsultasi.

  • Alasan-alasan Ekspansi

a)      Kebutuhan untuk mendeskripsikan peningkatan usaha yang memerlukan satu audit untuk semua perusahaan dalam satu kelompok.

b)      Untuk menggambarkan ekspansi yang memerlukan pelayanan KAP internasional.

c)      Akuntansi global dan peningkatan klien pasar luar negeri mempengaruhi ekspansi usaha audit.

 

  • Pelayanan Klien Internasional

            Cara sederhana KAP melayani klien multinasional adalah dengan mengirim auditor dari kantor pusat untuk melayani klien di luar negeri. Pendekatan berbeda lain yaitu :

  1. Pendekatan Koresponden (Pendekatan Tidak Langsung)

Hubungan korespondensi kuat jika koresponden lokal member pelayanan eksklusif untuk satu KAP asing, koresponden lemah jika member pelayanan lebih dari satu KAP asing.

  1. Pendekatan Cabang (Pendekatan Langsung)

            Pendirian cabang di luar negaeri yang mungkin terpisah dari induk.

 

 

 

  • Persekutuan Global

            KAP di luar negeri ialah organisasi otonom, berdasar keuntungan dan pelayanan bersama.

 

  • Issue Operasional Persekutuan Global

            Kemampuan auditor menghasilkan laporan audit yang baik bergantung pada beberapa faktor – faktor spesifik antara lain :

1. Pembatasan penggunaan nama kantor akuntan.

2. Pembatasan hak pendirian dan asosiasi.

3. Pembatasan ruang lingkup praktek.

4. Pembatasan upah yang dikirim ke kantor akuntan pusat.

5. Diskriminasi pajak.

6. Pengendalian mutu.

 

  1. PROSES AUDIT

            Auditor internasional menekankan bahwa standard an praktek pemeriksaan seperti standar dan praktek akuntansi berdasar beragam pertimbangan antarnegara.

  1. Sumber dari Kepatuhan dan Persyaratan Audit

            Perkembangan standar audit memiliki hubungan timbal balik yang kompleks dengan budaya, legal-politik, dan keanekaragaman ekonomi negara tersebut. Ada perbedaan dalam syarat-syarat audit. Compliance audit menentukan yang diaudit mengikuti prosedur atau patuh pada otoritas yang lebih tinggi.

  1. Perbedaan Standar Audit

            Beberapa alasan standar audit bervariasi pada beberapa negara misal di US dan UK pasar modal dan organisasi profesi berkualitas tinggi. Budaya juga memainkan peranan penting.

  1. Pendapat Audit

            Internasional Federation of Accountant berdiri 1983 mengeluarkan Internasional Audit Guideline No. 13 “Laporan auditor dan Laporan Keuangan” yang berisi elemen-elemen kunci yang disertakan : (1) judul, (2) alamat yang diaudit, (3) identifikasi laporan keuangan yang diaudit, (4) referensi standar audit atau praktek yang diakui, (5) pendapat/penolakan auditor atas laporan keuangan, (6) tanda tangan, (7) alamat auditor, (8) tanggal laporan.

 

3. HARMONISASI STANDAR AUDIT

            Manfaat pengembangan standar audit berterima umum yaitu :

1. Menjamin laporan audit dihasilkan negara lain dapat dipertanggungjawabkan.

2. Meningkatkan manfaat keberadaan standar akuntansi internasional.

3. Membantu pembaca dalam membuat perbandingan keuangan internasional.

4. Mendorong perbaikan dan perluasan suatu bentuk standar akuntansi.

5. Membantu aliran modal investasi.

6. Mempermudah negara terbelakang menghasilkan standar audit domestik

 

 

BAB 8

KOMBINASI DAN KONSOLIDASI

BISNIS INTERNASIONAL

            Suatu kombinasi bisnis terjadi apabila suatu perusahaan bergabung dengan satu perusahaan lain atau lebih menjadi satu entitas akuntansi dan entitas yang baru tersebut meneruskan aktivitas perusahaan-perusahaan terdahulu yang semula terpisah (APB Opinion No. 16).

            Menggabungkan entitas-entitas bisnis yang semula terpisah adalah suatu alternatif untuk memperluas usaha. Meskipun tujuan utama kombinasi bisnis adalah profitabilitas, namun manfaat lain yang diperoleh adalah efisiensi operasi melalui integrasi operasi maupun diversifikasi risiko bisnis melalui konglomerasi.

            Kombinasi bisnis dapat dikategorikan menjadi salah satu bentuk di bawah ini :

  1. Merger, yaitu apabila suatu perusahaan mengambil alih operasi suatu           entitas bisnis lain dan entitas bisnis tersebut kemudian dilebur menjadi       satu dengan perusahaan yang mengambil alih.
  2. Konsolidasi, yaitu apabila suatu perusahaan baru terbentuk dengan mengambil alih asset atau operasi dua atau lebih entitas bisnis yang terpisah dan perusahaan – perusahaan lama tersebut dibubarkan.
  3. Akuisisi, yaitu apabila suatu perusahaan membeli hak milik entitas lain,       namun kedua entitas bisnis tersebut tetap beroperasi secara terpisah.

            Kinerja keuangan dan prospek masa depan perusahaan sebagai sebuah entitas bisnis menarik perhatian berbagai kelompok seperti investor, banker, pekerja dan manajer. Dalam konteks ini sebuah laporan keuangan yang dikontrol dan dikoordinasikan oleh perusahaan induk menjadi relevan.

 

  1. LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

            Kebutuhan informasi dari perusahaan multinasional yang beroperasi mendunia menimbulkan kontroversi tentang bagaimana sebuah pelaporan informasi yang terbaik. Konsolidasi pada umumnya diterima dalam praktek sebagai cara akuntansi untuk mombinasi bisnis secara internasional. Laporan konsolidasi menjadi relevan bukan hanya terhadap pemakai luar tetapi digunakan manajemen untuk control dan koordinasi.

  1. USAHA HARMONISASI INTERNASIONAL

            Menyangkut harmonisasi internasional pada permasalahan konsolidasi, terdapat beberapa ide yang mengarah pada pemahaman secara bersamaan mengenai konsolidasi terutama pada tingkat masyarakat Eropa dan IASC. Di Eropa langkah yang paling berharga bagi harmonisasi adalah adaptasi Seventh Directive On Consolidated Account pada tahun 1983. Poin yang tercantum sangat penting dalam hal member arahan bagi konsolidasi secara luas pada tingkat dunia. Arahan tersebut juga searah dengan praktek akuntansi Anglo- Amerika yang dominan pada saat ini. Meskipun demikian arahan ini juga memasukkan praktek-praktek di Eropa.

            Beberapa kompromi dilakukan untuk menggabungkan konsolidasi ala daratan Eropa dan khususnya praktek di Jerman. Masalah utama adalah pendekatan Inggris mendorong kekuatan legal untuk control perusahaan lain melalui kepemilikan saham, sementara pendekatan Jerman meningkatkan eksistensi melalui control manajemen. Seventh Directive memberikan peluang untuk pemakaian kedua pendekatan tersebut. Konsolidasi yang diminta menurut Article 1 jika salah satu dari kondisi di bawah ini terpenuhi :

1.    Sebagian besar dari pemegang saham dengan hak voting.

2.    Pemegang saham dan hak untuk memilih mayoritas dewan direktur.

3.    Pengaruh dominan sebagai hasil dari kontrak .

            Di Prancis tiadanya peraturan yang baku mengenai konsolidasi mengakibatkan praktek yang banyak berbeda. Di tingkat internasional, harmonisasi yang diprakarsai oleh IASC mengenai konsolidasi terwujud dalam salah satu bagian IAS (27 dan 28) yang menyatakan bahwa laporan keuangan konsolidasi tingkat dunia harus disajikan bersama dengan informasi mengenai perusahaan anggota grup termasuk anak-anak perusahaan. Kombinasi meliputi semua anak perusahaan kecuali dilakukan justifikasi dan diperlakukan dengan metode ekuiti.

            Permasalahan yang dihadapi IASC adalah membangun sebuah dasar teori yang kuat bagi alternatif-alternatif yang ditawarkan dalam usulan IASC. Yang sering nampak adalah IASC lebih banyak dipengaruhi oleh praktek-praktek akuntansi dan maksud-maksud untuk lebih menyeragamkan perlakuan akuntansi. Salah satunya terlihat dalam kasus goodwill yang muncul karena konsolidasi, meskipun praktek perlakuan goodwill sebagai asset yang bias diamortisasi telah banyak dilakukan.

  1. LAPORAN ALIRAN KAS

            Laporan aliran kas atau laporan posisi keuangan semakin diakui sebagai sebagai perangkat yang tidak kalah pentingnya dalam keseluruhan laporan keuangan konsolidasi. Laporan ini menggambarkan aliran masuk dana dari operasi dan dari hal seperti pinjaman baru, modal atau penjualan asset bersama dengan aliran keluar dana yang diperuntukkan bagi pembayaran dividen, pembayaran utang dan investasi.

            Laporan ini memberi gambaran mengenai kinerja keuangan, stabilitas keuangan, dan prospek likuiditas dari suatu perusahaan. Berikut akan disajikan tabel yang menggambarkan perbandingan praktek di berbagai negara.

 

 

 

  1. AKUNTANSI JOINT VENTURE

            JOINT VENTURE merupakan fenomena bisnis yang relative baru dan tumbuh dengan cepat beserta isu-isu yang melatarbelakangi. Baik antara perusahaan multinasional itu sendiri dan antara perusahaan di negara tempat operasinya maupun dengan pemerintah. Masalah yang terjadi adalah bagaimana untuk melakukan koordinasi kultur dan tradisi akuntansi yang berbeda dengan cara yang dapat memberikan solusi kepada control keuangan, pengukuran laba dan penilaian investasi joint venture. Jika terdapat perbedaan asset, depresiasi, perlakuan utang, dan penggunaan dana untuk berbagai tujuan dan termasuk investasi baru dan manfaat sosial pegawai.

            Gelombang baru joint venture juga memiliki banyak pertanyaan seputar pelaporan keuangan oleh perusahaan multinasional. Dalam hal ini, IASC mencoba memberikan solusi dengan mengeluarkan IAS 31 pada Desember 1990 “Financial Reporting of International In Joint Ventures”. IAS 31 mendefinisikan joint venture sebagai ”penyajian control oleh dua atau lebih pihak yang sepakat melakukan aktivitas yang dapat dikontrol bersama”.

            Ada tiga bentuk joint venture yaitu Operasi, Aset, dan Perusahaan meskipun secara umum lebih banyak berbentuk operasi dan asset daripada perusahaan. Benchmark Treatment yang direkomendasikan untuk IASC, menggunakan pendekatan konsolidasi secara proporsional baik kombinasi saham dari asset, utang, pendapatan dan biaya joint venture ke dalam dasar line-by-line dengan grup yang dikonsolidasi atau dengan memasukkan item yang terpisah dalam laporan keuangan konsolidasi.

            Adapun metode yang digunakan, pengungkapan informasi disyaratkan mengungkapkan mengenai ketidakpastian, komitmen modal, daftar dan deskripsi kepentingan yang signifikan dan proporsi kepemilikan yang mengontrol suatu entitas.

 

 Perusahaan Go Public yang Menyajikan

Financial Statement dan Financial Disclosure

 Laporan keuangan (financial statement) adalah output dan hasil akhir dari proses akuntansi terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan kinerja dan laporan perubahan posisi keuangan sebuah perusahaan. Financial statement disusun perusahaan minimal satu kali dalam setahun.

Pengungkapan (disclosure) merupakan upaya transparansi perusahaan/entitas dalam menyajikan informasi (baik itu keuangan ataupun non keuangan) kepada para user. User dalam hal ini adalah para pengguna dari informasi tersebut dalam pengambilan keputusan. Untuk entitas swasta (private) tentu saja yang menjadi user adalah para kreditor, investor, manajer, karyawan, dan bahkan pemerintah. Sedangkan user untuk public entity yang saat ini juga sudah menerapkan upaya transparansi sebagai bentuk akuntanbilitas dari laporan keuangannya adalah pemerintah bersangkutan, masyarakat, dan investor.

 

1. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk

            PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.  merupakan produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang bermarkas di JakartaIndonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1990 oleh Sudono Salim dengan nama PT. Panganjaya Intikusuma yang pada tahun 1994 menjadi Indofood. Perusahaan ini mengekspor bahan makanannya hinggaAustraliaAsia, dan Eropa.

            Dalam beberapa dekade ini Indofood telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan total food solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang eceran.

 

 

Laporan Keuangan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk

Image

2. PT. Holcim Indonesia Tbk.

                PT Holcim Indonesia Tbk (sebelumnya bernama PT Semen Cibinong Tbk. adalah sebuah perusahaan pembuat semen di Indonesia. Presiden direkturnya saat ini adalah Eamon Ginley.

PT Holcim Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan semen di Indonesia. Perusahaan ini awalnya bernama PT Semen Cibinong Tbk yang didirikan pada tahun 1971Holcim kemudian membeli sebagian sahamnya pada 13 Desember2001. Holcim Indonesia memiliki dua pabrik yaitu pabrik Narogong dan pabrik Cilacap dengan kapasitas maksimum 7,9 juta ton per tahun. Per Juli 2008, kepemilikan saham Holcim Indonesia adalah Holcim Ltd (Swiss) sebesar 77,33% dan publik sebesar 22,7%.

Perusahaanini mulai dimiliki Holcim, salah satu perusahaan semen terbesar di dunia sejak 13 Desember 2001. Pergantian nama perusahaan dilakukan pada1 Januari 2006.Holcim dikenal sebagai pelopor dan inovator di sektor industri semen yang tercatat sebagai sektor yang tumbuh pesat seiring pertumbuhan pasar perumahan, bangunan umum dan infrastruktur. Kami satu-satunya produsen yang menyediakan produk dan layanan terintegrasi yang meliputi 10 jenis semen, beton dan agregat.

 

 Summary Of Financial Statement PT. Holcim Indonesia Tbk.

Image

Image

ImageImage

Image

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Eko Suwardi. 2000. Akuntansi Internasional, Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.

Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek, International Accounting, Jakarta: Salemba Empat,2005.

www.idx.co.id

http://indrawijaya.blog.com/2008/06/17/translasi-mata-uang-asing/ 

http://kornetcincang.blogspot.com/2009/05/translasi-mata-uang-asing.html

 

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: